Harta Karun di Negeri Terpendam

images

karya Dwi Rahma Sari

Sudah satu minggu negeri terpendam mengalami kemarau. Menurut legenda, setiap tahun kabisat negeri terpendam akan mengalami krisis moneter selama satu bulan lamanya. Tahun ini adalah tahun kabisat, maka bisa jadi bulan ini negeri terpendam akan mengalami krisis moneter tersebut. Tiga raja di negeri terpendam mengadakan pertemuan di salah satu kerajaan di negeri terpendam, Kerajaan Maripurna.

“Lalu bagaimana dengan nasib rakyat kita? apakah ada daerah yang bisa bertahan selama satu bulan kedepan?” tanya raja Bakwan

“Kerajaan kami hanya memiliki pasokan makanan untuk dua minggu ke depan, selanjutnya jangan kan untuk rakyat, untuk keluarga istana pun tidak akan cukup” jawab raja Kencet

“Saudara-saudaraku, menurut buku yang aku baca, saat tiga kerajaan mengalami kemarau panjang yang memungkinkan kita kekurangan pasokan makanan, maka kita diperbolehkan untuk mengambil harta karun yang terpendam didekat salah satu diantara tiga kerajaan tersebut. Namun, tepat hartu karun itu tidak diketahui tepatnya dimana.” jawab raja Maripurna

“Lalu kita harus mencari harta itu? bagaimana caranya kalau tempatnya saja tidak diketahui?” jawab raja kencet

“Bagaimana jika kita minta rakyat-rakyat kita untuk menggali lahan disekitar kerajaan kita. Sebelum pasokan makanan kita habis, kasihan rakyat kita yang harus mengalami kemarau ini selama satu bulan ini” jawab raja bakwan

“Baiklah, saya setuju. Semakin cepat semakin baik, karena untuk mencari letaknya saja akan menghabiskan waktu yang lama tentunya.” jawab raja Maripurna

“Oke, kalau begitu besok kita umumkan pada seluruh rakyat di negara ini, agar  besok mereka segera mencari letak harta itu.” jawab raja kencet

“Sekarang kita sepakat, besok kita akan memulai pencarian” jawab raja bakwan

Begitulah akhir dari pertemuan ketiga raja di negeri itu. Dengan keputusan akhir melakukan pencarian harta karun yang terpendam tersebut. Untuk itulah raja Maripurna memanggil Bima, sang anak sakti bersama teman-temannya untuk mencari harta tersebut. Selain itu, seluruh rakyat dikerahkan dalam pencarian itu.

Seminggu berlalu, belum ada satu kerajaan pun yang menemukan dimana harta itu berada. Para raja pun mulai resah..

“Bima, apakah kau telah mendapat petunjuk tentang harta karun itu?” tanya raja Maripurna.

“Begini raja, menurut mimpi hamba semalam, harta tersebut tersimpan disuatu tempat di istana kita. Tempat itu tidak bisa digapai dengan menggali tanah di lingkungan kerajaan kita, tapi hanya bisa diraih dengan kecerdasan otak yang secara tidak sadar akan membuka pintu menuju tempat itu” jelas Bima.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?”

“Hamba belum tahu, tapi hamba dan teman-teman hamba akan berusaha menemukan tempat itu”

“Iya Bima, saya percaya padamu. Namun, waktumu tidak banyak. Kamu harus menemukan harta itu sebelum matahari terbenam tiga hari lagi.”

“Baik raja, hamba mengerti”

Bima pergi meninggalkan raja, dan menemui teman-temannya untuk melanjutkan pencarian harta tersebut. Ditengah pencariannya, Denta, salah satu teman Bima merasa lelah dan memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon. Saat menuju pohon tersebut, Denta tersandung sebuah kayu yang membuat tanah disekitarnya bergeser.

“Hei, teman-teman! coba kemari! Lihat apa yang aku temukan!” teriak Denta.

“Ada apa, Denta?” jawab teman-temannya.

“Kemari! Lihatlah ini”

Teman-temannya segera berlari mendekati Denta, dan mereka pun terkesima melihat sebuah tangga menuju ruang bawah tanah. Tanpa menunggu lama,  Bima dan teman-temannya segera memasukki ruang bawah tanah itu. Ruangan itu berupa gua yang berujung pada sebuah tempat yang sangat luas yang ditengahnya terdapat tempat yang bercahaya. Disitulah kotak harta itu berada. Kebahagiaan tersirat dari wajah Bima dan teman-temannya. Namun, ketika mereka mendekati kotak harta itu mereka mendengar suara aneh..

“Hai, anak-anak! kalian tidak akan bisa membuka kotak harta karun ini. Kotak ini hanya bisa dibuka oleh tiga raja dinegeri terpendam ini. Tiga raja tersebut harus memberikan cap tangannya untuk mengambil kunci dari masing-masing tempat. Dan mereka harus membuka kotak ini dengan memasukkan ketiga kunci secara bersamaan. Jika salah satu raja membuka kotak harta ini terlebih dahulu tanpa kedua kunci dari raja lain, makan kotak ini tidak akan bisa dibuka sampai kapan pun”

Mendengar suara itu, Bima meminta Doni dan Dori pergi menuju istana dan meminta raja mendatangi tempat itu bersama dua raja lainnya. Doni dan Dori segera pergi memanggil raja-raja tersebut. Tak lama kemudian, ketiga raja telah berkumpul di tempat tersebut. Bima langsung saja menceritakan apa yang terjadi sebelumnya. Lalu raja-raja itu embuat perjanjian dan mereka melakukan apapun sesuai apa yang dikatakan Bima. Akhirnya mereka berhasil membuka harta karun tersebut dan memmbawanya pulang ke kerajaan Maripurna.

Sebelum harta itu dibagikan ke tiga raja tersebut, raja Maripurna meminta Bima mengambil harta itu sebagai hadiah atas kerja kerasnya. Namun, Bima menolak..

“Maafkan hamba raja, namun menurut hamba sebaiknya harta ini segera dibagikan kepada rakyat, sebelum kita kehabisan persediaan makanan karena kemarau ini masih akan berlangsung selama dua minggu lagi.”

Perkataan Bima itu menyadarkan para raja akan pentingnya kebersamaan dan kepentingan umum. Meskipun Bima merasa lelah dalam usaha menemukan harta itu, namun, tak sedikit pun ia mengharapkan harta itu. Suatu hal yang harus ditiru oleh para raja, bahkan semua orang. Karena hal itu, raja menobatkan Bima sebagai anak termuda yang berjasa bagi negeri terpendam.

About these ads

About dwirahmasari

Hello, My name is Dwi Rahma Sari, I was born in Palembang on 1998. I am one of students in SMAN Sumatera Selatan (Sampoerna Academy). It's a boarding school, so I live at Dormitory. Now on my friends are the second family for me. Actually I have two brothers, they are Kak Eko Purnomo and Dek Agung Nugroho. I am the second child of my parents and I'm pround become the only one girl in my beloved family. My hobbies are Reading novels, and Playing Volleyball. I made this blog for my ICT Project and I hope everyone who have visited my blog can get the benefits.

Posted on August 5, 2013, in Cerpen. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: